Natal dan Paskah Sebagai Peristiwa Iman bagi Umat Kristen

Natal dan Paskah Sebagai Peristiwa Iman bagi Umat Kristen – Bagi umat kristiani, perayaan Natal dan Paskah menjadi dua perayaan yang sangat penting. Bahkan, bisa dibilang bahwa dua perayaan ini menjadi perayaan utama yang dirayakan. Bukan saja sekedar menjadi sebatas bentuk perayaan dan pesta saja, tapi ini menjadi suatu perayaan akan iman yang berpusat pada Yesus Kristus. Natal dan Paskah menjadi rangkaian peristiwa keselamatan yang sungguh menunjukkan bukti kasih Allah pada manusia. Natal sendiri menjadi perayaan hadirnya Yesus Kristus ke dunia. Ini menjadi pemenuhan akan janji yang ada di Perjanjian Lama. Janji akan datangnya Juru Selamat itu terpenuhi dengan hadirnya dan kelahiran Yesus Kristus di dunia.

Fishthe – Sang Juru Selamat hadir sebagai manusia dan berkarya di tengah manusia dalam segala lingkup hidup kesehariannya. Tidak hanya itu, bahkan sebagai Sang Juru Selamat, Yesus Kristus benar-benar membawakan harapan baru dengan ajarannya yang masih tetap dilanjutkan dan dihayati sampai saat ini. Peristiwa keselamatan yang diawali dengan perayaan Natal ini berpuncak pada Perayaan Paskah. Untuk menyongsong momentum Paskah, Yesus Kristus harus mengalami penderitaan dan siksaan di kayu salib dan ini menjadi peristiwa penebusan dosa yang terjadi sekali dan sepanjang masa. Penebusan yang dibawa dalam penderitaan-Nya dan wafat-Nya di kayu salib menunjukkan sungguh betapa Yesus Kristus hadir sebagai manusia. Namun, pada hari ketiga, Yesus bangkit dan menaklukkkan kematian. Dia sungguh menjadi Sang Terang Sejati dan menunjukkan jati diri-Nya sebagai Sang Juru Selamat yang sungguh datang ke dunia dan membebaskan umat manusia dari segala dosa dan membawakan keselamatan. Kemenangan-Nya akan kematian menjadi kemenangan seluruh umat manusia dari segala dosa yang ada.

Natal dan Paskah Sebagai Peristiwa Iman bagi Umat Kristen

Karya Keselamatan Yesus tidak sekedar dan sebatas karya mengagumkan dari Musa yang membawa bangsa Israel ke Tanah Terjanji dan membebaskannya dari perbudakan. Karya keselamatan Yesus menjadi puncak pemenuhan keselamatan dan ini tidak terbatas pada Bangsa Israel, tapi ditujukan untuk seluruh umat manusia. Perbudakan yang ada pun tak hanya perbudakan fisik, tapi sungguh perbudakan atas dosa dan kebangkitan-Nya menunjukkan pembebasan umat manusia dari dosa. Tentu saja ini tidak berarti bahwa penebusannya serta merta menghapuskan semua dosa. Setiap orang memiliki salibnya masing-masing yang harus dipikul untuk benar-benar mendapatkan penebusan yang Tuhan berikan.

Rangkaian dari peristiwa kehadiran dan kelahiran hingga wafat serta kebangkitan-Nya dari kematian menjadi peristiwa iman yang menjadi dasar dan pondasi kehidupan umat Kristiani. Keselamatan yang ada tidak serta merta didapatkan secara begitu saja, tapi ada perjalanan hidup yang diawali dengan kelahiran dan nantinya mendapatkan penebusan. Rangkaian peristiwa ini pun diungkapkan secara nyata dan secara khusus dirumuskan dalam suatu kalender liturgi bagi umat Katolik. Kalender liturgi berpuncak pada Hari Raya Paskah karena ini menjadi peristiwa iman utama yang menghilhami inti dari iman Kristiani.

Dari perjalanan dan kisah Yesus Kristus yang terlahir ke dunia dan menderita sengsara untuk kemudian bangkit, menjadi insiprasi dalam kehidupan umat beriman. Semua pun menjalani perziarahan hidup masing-masing dengan semua dinamika yang ada. Namun, dinamika hidup itu tak lagi sekedar menjadi hidup yang tak bermakna karena kebangkitan dan keselamatan yang dibawakan Yesus Kristus menjadi inspirasi hidup yang memberikan nilai pada perziarahan hidup yang ada. Karena itu, penderitaan dan semua dinamika hidup yang ada itu dianggap sebagai salib yang harus dipanggul untuk semakin memurnikan diri dan nantinya membawa pada puncak keselamatan. Hidup dalam keserhanaan, kerendahhatian, dan penuh dengan cinta kasih adalah suatu bentuk penghidupan iman dalam keseharian sebagaimana yang telah diajarkan Yesus seperti yang tertulis dalam Kitab Suci.