Wisata Religi Umat Kristiani di Indonesia

Wisata Religi Umat Kristiani di Indonesia

FishtheWisata Religi Umat Kristiani di Indonesia Menjelang perayaan natal, umat Kristiani disibukkan dengan berbagai kegiatan ibadah. Setelah menyelesaikan kebaktian, tak ada salahnya mencoba mengunjungi tempat wisata spiritual umat Kristiani dan memperdalam keyakinan serta pengetahuan sejarah religi.

Wisata Religi Umat Kristiani di Indonesia

Wisata Religi Umat Kristiani di Indonesia
fishthe.net

Ada banyak sekali destinasi wisata religi bagi umat Kristiani di Indonesia. Dengan tersedianya berbagai destinasi, beberapa kawasan menjadi destinasi wisata
religi umat Kristiani. Mulai dari sejarah, bangunan berdesain unik, hingga berbagai patung yang sangat elok.

Destinasi wisata religi Indonesia ini sangat menarik dan cocok untuk liburan bersama keluarga. Dari Sumatera, Jawa hingga Papua, Anda bisa menikmati tempat wisata religi Kristen dikutip dari liputan6.com.

Baca Juga : Kisah Inspiratif Kristen Renungan Harian

Berikut Tempat Wisata Religi umat Kristiani

Objek wisata religi umat Kristen yang pertama kali bisa Anda kunjungi untuk merayakan Natal dan liburan akhir tahun adalah Patung Tuhan Yesus Memberkati. Patung ini terletak di Buntu Burake (Buntu Burake) di Tolaha, Sulawesi Selatan. Dengan menghitung ketinggiannya, patung Tuhan Yesus yang diberkati ini menjadi patung Yassus tertinggi di dunia, mengalahkan patung Christ Redeemer di Brazil. Tepatnya, tinggi patung sekitar 40 meter, dengan tinggi alas 17 meter, dan tinggi patung itu sendiri 23 meter. Untuk mencapai patung yang menghadap ke kota Mackale ini, Anda harus melewati 7.777 anak tangga. Fasilitas yang ditawarkan di sini antara lain amfiteater, gedung pertunjukan, dan gedung konser.

 

Bukit Doa Tomohon, Sulawesi Utara

Bukit Doa Tomohon, Sulawesi Utara

Tempat wisata religi Kristiani selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Bukit Dia Tomohon. Gunung doa ini terletak di daerah Tomohon di kaki Gunung Mahawu di Provinsi Sulawesi Utara.

Gunung Doa adalah salah satu tempat wisata spiritual paling populer dalam agama Kristen. Tidak hanya umat Kristen yang menyukai objek wisata ini, namun agama lain juga menyukainya.

Hal ini dikarenakan letak geografis tempat wisata religi ini sangat luas, pemandangan alamnya sejuk dan bersih. Selain itu, Gunung Doa juga memiliki wisata outbond dan tempat piknik keluarga. Dengan pengayaan berbagai macam bunga dengan latar belakang Gunung Lokon, menambah keindahannya.

Monumen Yesus Memberkati terletak di Citraland Manor yang mewah, 15 menit dari pusat kota. Monumen ini memiliki tinggi 30 meter dan menopang patung setinggi 20 meter. Oleh karena itu, ketinggian patung ini adalah 50 meter dan kemiringan maksimumnya adalah 20 derajat.

Patung yang terbuat dari 25 ton serat dan 35 ton baja ini digagas oleh pengusaha kenamaan Indonesia Ir Ciputra pada tahun 2007 dengan biaya sekitar US $ 5 miliar.

Patung itu bertuliskan monumen berkat Yesus, yang terbentuk ketika Yesus mengangkat tangannya untuk memberkati Manado dan orang-orang di sekitarnya sambil menghadap ke utara. Dilihat dari samping, jubah penutup Yesus berhembus seperti angin.

Tujuan dibangunnya patung ini tidak hanya untuk menyasar umat Kristen terpadat di Kota Manado, tetapi juga untuk melambangkan kerukunan umat beragama.

Untuk bisa melihat monumen ini, pengunjung bisa masuk ke Perumahan Citraland. Dari sini, Anda bisa melihat dengan jelas tampilan depan monumen Yesus memberkati. Selain itu, pengunjung juga bisa melihat Gunung Klabat (Gunung Klabat) yang menjulang tinggi.

Jika ingin berganti sisi, putar balik dan masuk ke jalan utama, akan terlihat sisi lain dari patung, berdiri di sisi patung, jubahnya berkibar seperti angin.

Bukit Salib Kasih dan Graha Maria Annai Velangkanni

Bukit Salib Kasih, Tarutung

Tempat wisata religi selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Bukit Salib. Bukit Salib Kasih terletak di Tarutung, Sumatera Utara.

Bukit yang berjarak 2 kilometer dari Kota Tarutong dan berada sekitar 30 meter di atas permukaan tanah ini ditopang oleh tiga tiang besar di bagian bawah salib. Untuk menuju gunung salib cinta, Anda perlu mendaki sekitar satu kilometer.

Selain menikmati wisata religi, Anda juga bisa menikmati keteduhan dan nuansa perbukitan. Tidak hanya umat Kristiani, umat beragama lain juga bisa datang kesini untuk melihat keindahan Tapanuli Utara dari puncak gunung, dan keindahan Lembah Gunung Schilling dari bawah.

 

Graha Maria Annai Velangkanni, Medan

Graha Maria Annai Velangkanni, Medan
fishthe.net

Gereja Maria Annai Velangkanni adalah gereja Katolik India di Medan, Sumatera Utara. Sekilas desain dan dekorasi interior gedung ini sangat unik dan menarik karena lebih mirip candi Budha.

Gereja Graha Maria Annai Velangkanni terletak di Taman Sakura Indah. Kebetulan di Jalan Sakura III 10, Tanjung Seramat, Medan Dongdong.Saat Anda berkunjung ke sini, Anda akan menemukan relief yang menceritakan kisah penyaliban Yesus Kristus.

Gereja ini terbagi menjadi dua lantai. Di lantai satu terdapat auditorium dan tempat ibadah, sedangkan di lantai dua terdapat patung Anna Verangani dan putranya yang didatangkan langsung dari India.

Salib cinta kokoh menghadap kota Tarutong dan memiliki sebuah gereja kecil yang disebut “Rumah Doa”.

Bukit Salib Kasih terletak di Bukit Dolok, Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, sekitar 2 kilometer dari Kota Tarutung.

Ketinggian salib adalah 30 meter di atas permukaan tanah. Salib tersebut ditopang oleh tiga tiang besar yang mudah dilihat dari kejauhan.

Tempat ini telah menjadi obyek wisata spiritual umat Kristiani di kawasan Tapanuri Utara, menarik dan menarik wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, terutama pada saat festival-festival Kristen seperti Natal atau Paskah.

Salib Cinta terletak di Siatas Barita dan dibangun untuk memperingati pelayanan Dr. Ingwer Ludwig Nommensen, seorang misionaris Kristen dari Jerman, yang meninggal pada tanggal 23 Mei 1918, dimakamkan di Goa Tharu, Desa Sigumpar, sekitar 60 kilometer sebelah utara

Juga pada tahun 1863, DR.IL Nommensen melihat ke bawah ke tempat Rura Silindung di bawah.

Di belakang mimbar ada sebuah batu besar, tempat Dr. Ludwig Nommensen berdoa untuk pertama kali saat Rura Silindung memulai misinya.

Di Kawasan Wisata Lintas ini terdapat beberapa tempat sholat, wahana potret diri, tempat jual oleh-oleh tentang kekasih silang, tempat parkir yang luas, restoran dan fasilitas lainnya.

Pendakian Menuju Salib Kasih

Untuk mencapai lokasi “Salib Cinta”, pengunjung harus mendaki dan membayar tiket yang relatif murah.

Mendaki sekitar 1 kilometer sambil menikmati suara perbukitan yang rindang dan semilir angin di antara pepohonan pinus di sekitarnya.

Tidak hanya pemandangan dan suasana nyaman di sepanjang jalan, tetapi juga 10 perintah dan himne yang tertulis di kayu atau batu dan ditempel di pohon pinus ditampilkan kepada pengunjung.

Ada juga prasasti di batu nisan yang ditulis oleh keluarga dan organisasi Kristen kepada anggota gereja dari luar kota dan luar negeri sebagai peringatan bagi mereka.

Di tempat itu juga dibangun gereja-gereja yang disumbangkan oleh wisatawan lokal mancanegara yang sukses.

Setiap pengunjung bisa berdoa dengan khusyuk di ruangan berukuran 2 x 2 meter. Selain itu terdapat balai yang biasanya digunakan untuk jasa wisata spiritual.

Tepat di depan salib adalah tempat duduk yang terbuat dari keramik putih. Tempat ini bisa menampung sekitar 500 orang. Ada altar atau mimbar di depan, tempat pendeta melakukan pembersihan spiritual.

Kemudian, di balik mimbar terdapat latar belakang Silindung atau Lembah Tarutun. Penataan taman kecil dan panggung terbuka bisa menyanyikan lagu-lagu rohani dan menambah keindahannya.

Di malam hari, cahaya cinta salib memancarkan perasaan damai. Cahaya salib cinta juga melengkapi dan menyiratkan bahwa Tarutong adalah kota wisata spiritual yang damai dan religius.

 

Goa Maria Lourdes dan Goa Maria Sendangsono

Goa Maria Lourdes

Tempat wisata religi Kristen lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Goa Maria Lourdes. Tempat wisata religi yang biasa dikenal dengan Goa Maria Lourdes Pohsarang (Goa Maria Lourdes Pohsarang) ini merupakan salah satu tempat ziarah keagamaan Katolik di kompleks gereja Pohsarang di Desa Semen Puhsarang, Kitiri, Jawa Timur.

Goa ini merupakan replika Goa Maria di Lourdes Prancis yang dikenal sebagai tujuan wisata Perawan ke St Bernadette. Tidak hanya patung Bunda Maria yang dipajang di dalam Goa, kamu juga bisa melihat patung yang menggambarkan kisah spiritual di sini.

Goa Maria Kediri sepenuhnya buatan manusia. Ini diprakarsai oleh ayah Jan Wolters (Jan Wolters) CM dan dibantu oleh seorang arsitek terkenal Ir pada saat itu. Henricus Maclaine Pont, lahir tahun 1936. Romo Jan Wolters (Jan Wolters) CM adalah seorang misionaris yang sangat menghormati budaya Jawa dan mencintai semua budaya Jawa.

Di saat yang sama, Ir. Henricus Maclaine Pont adalah seorang arsitek yang juga bertanggung jawab atas pembangunan Museum Trowulan di Mojokerto yang merupakan tempat peninggalan Kerajaan Majapahit. Goa Maria Kediri merupakan replika goa serupa di Perancis. Di dalam goa tersebut terdapat patung Bunda Maria setinggi sekitar 4 meter.

Bentuk Gua Maria Kediri mirip dengan Museum Trowulan di Mojokerto. Keduanya hampir sama. Jadi saat melihat Goa Maria Lourdes, bisa dibayangkan Museum Trowulan sebelum hancur akibat badai di tahun 1960-an.

Berkat kecintaan Pastor Jan Wolters CM pada Jawa, Goa Maria Lourdes menampilkan arsitektur bergaya Mayan Pachter. Kemudian menggabungkan gaya arsitektur daerah lain dan unsur-unsur iman Kristen.

Dari berbagai sudut pandang, Goa Maria Kediri memiliki bentuk arsitektur yang indah dan unik. Tentunya sangat erat kaitannya dengan nuansa Jawa. Layaknya bangunan Trowulan, Goa Maria juga menggunakan material lokal. Miclaine Pont mempekerjakan tukang bangunan berpengalaman saat membangun museum, serta pekerja dari penduduk setempat.

Baca Juga : Bisakah Hukum Fisika Menyangkal Tuhan?

Untuk mencapai Gua Maria, kita harus berjalan kaki menyusuri jalan batu yang agak licin. Saat berada di Gua Maria, Anda akan langsung merasakan suasana yang tenang. Rimbunnya pepohonan dan tasbih yang dibacakan oleh beberapa peziarah langsung menenangkan pikiran. Dalam cuaca Kediri yang panas, ini adalah oasis spiritual yang sejuk.

Keberadaan Gua Maria Kediri bermula dari kebiasaan mendoakan novena bersama. Akhirnya, hal ini menyebabkan keinginannya untuk memiliki situs ziarah sendiri.

Gua Maria Puhsarang dirancang sebagai replika Gua Maria di Lourdes, Prancis. 2 Mei 1999. Ketika bangunan mencapai 40%, uskup memberkati patung Bunda Maria setinggi 3,50 meter, berharap bahwa semua gua Maria akan selesai pada Jubileum Agung.

Harapan tersebut akan terwujud pada tanggal 26 Desember 1999. Uskup Surabaya memberkati Guaya Maria Lourdes Psarang dan mengumumkan perayaan Grand Jubilee 2000 dalam sebuah pesta seremonial meriah yang dihadiri oleh para pejabat pemerintah daerah.

Replika patung Bunda Maria Puhsarang ini lebih tinggi 1,75 meter dari patung asli di Lourdes. Hal ini dikarenakan ukuran goa mencapai 18 meter.

Sebelum meninggalkan Gua Maria, sebaiknya luangkan waktu sejenak untuk mencuci muka dan minum dari 12 pancuran. Ini menyegarkan. Jumlah air mancur melambangkan kedua belas murid Yesus.

Setelah itu, pengunjung juga dapat mengunjungi salib Golgota, yang didedikasikan untuk jalan salib. Umat ​​Katolik sangat ingin memikirkan tentang sengsara Yesus melalui cinta di jalan salib.

Golgota Cross Hill selesai dibangun pada tahun 2000 sebagai pelengkap fasilitas sholat bagi peziarah. Patung-patung di setiap stasiun hampir seperti orang dewasa.

Tak jauh dari kompleks Gua Maria di Kediri, Anda juga bisa melihat arsitektur terbuka dengan atap bangunan induk Gereja Puhsarang. Penduduk setempat menyebutkan bahwa ini adalah ruang pertemuan Emmas. Keunikan bangunan ini adalah adanya relief yang menggambarkan Yerusalem dan Bukit Gorgesa tempat Yesus disalibkan.

Di dekat Emaus, Kamu bisa memandang terowongan Maria kecil. Pelafalan bahasa Jawa kuno merupakan:” Iboe Maria ingkang pinoerba tidak mempunyai kesalahan asal, moegi mangestonana kawoela ingkang ngoengsi ing Panjenenengan Dalem”.( Istri kita tidak terkurung oleh kesalahan asal, harap berkatilah aku yang tiba buat mencegah aku).

Dari kejauhan terdengar gaung doa, dan jelas ada masjid besar tidak jauh dari gereja. Keindahan lain yang disuguhkan Desa Puhsarang adalah betapapun beda keyakinannya, kehidupan penduduknya bisa rukun dan bersatu, Indonesia yang sesungguhnya adalah “In Pluribus Unum”.

 

Gua Maria Sendangsono, Yogyakarta

Gua Maria Sendangsono, Yogyakarta
fishthe.net

Sendangsono (Sendangsono) adalah sebuah situs ziarah Gua Maria yang terletak di Desa Banjaroyo di Kalibawang, Kulon Progo, Yogyakarta. Ratu Spanyol mempersembahkan patung Our Lady of Ixora ini.

Banyak peziarah dari seluruh Indonesia mengunjungi tempat ini pada bulan Mei dan Oktober. Selain sembahyang, jemaah biasanya menimba air dari sumber air. Ini karena mereka percaya air bisa menyembuhkan penyakit.

Peziarah dari seluruh Indonesia mengunjungi tempat ini pada bulan Mei dan Oktober. Selain sembahyang, jemaah biasanya menimba air dari sumber air. Mereka percaya bahwa air dapat menyembuhkan penyakit.

Catatan relevan menunjukkan bahwa Sendangsono pada mulanya merupakan perhentian (istirahat sejenak) bagi pejalan kaki dari Borobudur Magelang ke Kabupaten Boro (Kulon Progo), begitu pula sebaliknya. Karena adanya mata air (sendang) di antara kedua pohon suno tersebut, orang banyak melakukan kunjungan ke tempat tersebut.

Banyak pendeta Buddha juga menggunakan kesejukan dan kenyamanan tempat ini untuk bermeditasi untuk menyucikan dan mengisolasi diri. Nilai-nilai spiritual diperkuat dan diperkuat dengan munculnya kepercayaan yang dilandasi oleh legenda bahwa tempat ini juga merupakan tempat tinggal Dewi Lantamsari dan putra satu-satunya Den Baguse Samija.

Terlihat dari sana nilai-nilai spiritual Gereja Sono telah dibangun sebelum Gereja Katolik berkarya di sana.

Keberadaan Sendangsono tidak lepas dari peran ayah Van Lith SJ, seorang pendeta Belanda yang sudah lama tinggal di Jawa. Hal ini juga menunjukkan bahwa, mengingat Romo Valis sendiri adalah salah satu pendeta yang menyebarkan ajaran Katolik di Pulau Jawa, maka Xiandan Songno tidak lepas dari lingkaran sejarah Katolik Jawa.

sejarah

Pada tanggal 14 Desember 1904, Pastor Van Lisi menggunakan air dari dua pohon Suno untuk membaptis 171 warga setempat, termasuk Barnabas sebagai anak pertama. Dua puluh lima tahun kemudian, pada 8 Desember 1929, S. J. Prennthaler SJ secara resmi mendeklarasikan suaka San Denzono.

Ratu Spanyol mengusulkan patung Perawan Maria Ixora Seno, sehingga Ratu Spanyol kesulitan untuk mengangkat hartanya, sehingga masyarakat Calibhawan ramai dari desa Santoro.

Pada tahun 1945, pemuda Katolik Indonesia berkesempatan pergi ke Lourdes untuk berziarah. Dari sana mereka membawa sebuah batu tempat Perawan Maria ditanamkan di kaki Santa Maria sebagai peninggalan, sehingga Bait Sono diberi nama Guaya Maria Lourdes. Gereja (Gua Maria Lourdes Sendang) karena itu tidak bagus.

Sejak 1974, Xiandan Songnuo mengandalkan sumbangan masyarakat untuk membangunnya secara bertahap. Tokoh budaya dan spiritual YB Mangunwijaya memberikan kesan arsitektur. Konsep bangunan kompleks Sendangsono bernuansa Jawa yang ramah lingkungan. Produk alami digunakan untuk bahan bangunan.

Pada tahun 1991, kompleks Sendangsono memenangkan Penghargaan Bangunan Terbaik dari Institut Arsitek Indonesia untuk kategori kompleks khusus.

Pada tanggal 17 Oktober 2004, Uskup Ignatius Suharyo mengadakan prosesi Ekaristi dan pertemuan massal di Sao Paulo untuk memperingati 100 tahun kelahiran San Denso.