Memaknai Natal Sebagai Bukti Kasih Allah pada Umat-Nya

Memaknai Natal Sebagai Bukti Kasih Allah pada Umat-Nya

Memaknai Natal Sebagai Bukti Kasih Allah pada Umat-Nya – Bulan Desember menjadi suatu hal yang istimewa bagi umat Nasrani. Bulan ini menjadi suatu bulan yang akan sangat dirayakan karena menjadi bulan di mana adanya perayaan Natal. Perayaan Natal menjadi suatu perayaan yang memang selalu erat dengan kebahagiaan dan suka cita. Ini bukan sekedar karena dekat dengan akhir tahun, tapi karena menjadi perayaan akan kasih Tuhan yang diberikan kepada manusia melalui hadirnya Yesus Kristus ke dunia. Tak heran bila kemudian perayaan Natal selalu dirayakan dengan beragam acara yang meriah dan membawa suka cita dan kebahagiaan. Tak hanya anak-anak yang senang dengan acara tukar kado dengan tambahan Santa Claus tapi juga umat dari segala umur pun juga turut merayakan hari bahagia ini.

Tidak ada salahnya merayakan perayaan Natal. Ini memang menjadi suatu hal yang patut dirayakan. Namuhn, terkadang banyak yang kemudian justru terbawa suasana dengan kemeriahan Natal dan akhirnya melupakan makna Natal yang ada. Makna Natal ini erat dengan kehadiran dan kelahiran Yesus Kristus ke dunia. Ini adalah bentuk kasih sayang Tuhan yang sangat besar yang membawakan Sang Juru Selamat dan membawakan penebusan. Karena itu, yang pertama-tama tentu perlu dirayakan adalah peristiwa iman ini dan dirayakan dengan suatu ucapan syukur yang sangat mendalam karena Allah yang telah mengasihi umat-Nya yang ada di dunia.

Fishthe – Perayaan Natal pun perlu menjadi perayaan bersama. Ini sama halnya dengan Allah yang memberikan keselamatan pada semua orang. Tidak ada batasan tentang siapa yang akan diselamatkan dan itulah yang menjadi sumber dari semangat berbagi. Karena itu, memang perayaan Natal tidak sekedar menjadi perayaan pribadi, tapi menjadi perayaan bersama dengan segenap umat di gereja dan bahkan dengan orang lainnya, termasuk juga dengan mereka yang masih kurang beruntung. Oleh karena itu, daripada terlalu terbawa dalam perayaan yang mewah, akan jauh lebih baik bila momentum Natal dijadikan menjdi suatu kesempatan untuk membagikan sukacita pada orang-orang yang membutuhkan. Itu bisa diungkapkan dengan memberikan sumbangan, datang dan membawakan hadiah ke panti asuhan dan cara lainnya. Dengan ini, suka cita Natal pun bisa dirasakan oleh sebanyak mungkin orang.

Memaknai Natal Sebagai Bukti Kasih Allah pada Umat-Nya

Dalam peristiwa Natal, Yesus Kristus hadir ke dunia tidak dalam kemewahan. Sang Juru Selamat hadir justru di tengah mereka yang jauh dari kesan kemewahan. Dia hadir di tengah-tengah para gembala dan ini yang kemudian sering digambarkan dengan kandang domba sebagai tempat kelahiran Yesus Kristus. Hal ini mengajarkan tentang semangat kesederhanaan yang ada. Natal sepantasnya juga dirayakan dengan tetap mengusung semangat kesederhanaan. Walau itu merupakan suka cita, tapi itu tidak perlu dilakukan secara berlebihan dan justru sebaiknya dirayakan dalam suasana yang khusuk layaknya para gembala yang mendapatkan kabar suka cita akan kehadiran Sang Juru Selamat.

Sebagaimana Allah yang menyayangi dan peduli pada umat-Nya, perayaan Natal juga sepantasnya dirayakan dalam berbagai bentuk kepedulian. Selain itu, perayaan Natal juga menjadi bukti nyata akan karya dan tindakan Allah yang membawakan keselamatan. Untuk itu, Natal tidak sekedar menjadi perayaan di dalam gereja dan dalam doa saja Itu semua patut ditunjukkan dalam suatu tindakan nyata yang memang juga menunjukkan dan membagikan kasih Allah yang telah dihadirkan pada umat-Nya. Tindakan solidaritas dan berbagai tindakan serta aksi nyata justru menjadi hal yang sangat penting sehingga semua tidak hanya terpusat pada perayaan di gereja dan dalam doa saja.